Survival :Teknik Dasar Bertahan Hidup untuk Pemula
Survival berasal dari kata Survive, yang artinya bertahan hidup. Sedang survival sendiri adalah suatu kondisi yang tidak menentu yang dihadapi oleh seorang atau sekelompok orang pada suatu daerah yang asing dan terisolir bagi orang/kelompok yang sedang mengalaminya. Keadaan tidak menentu (survival) ini bisa terjadi pada setiap orang yang tengah melakukan perjalanan, petualangan atau penjelajahan di alam bebas.
Di kalangan pecinta alam survival merupakan suatu ilmu untuk mempertahankan diri dari berbagai ancaman di alam bebas menggunakan perlengkapan seadanya dengan tujuan untuk menjaga kelangungan hidup. orang yang melakukan kegiatan survival disebut survivor. Survival dapat dilakukan sendirian atau survival tunggal ataupun berkelompok yang dilakukan secara tim. Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir.
Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival. Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif
Ada beberapa jenis survival tergantung medan yang di tempuh.(Dwi Yuni, 2009)
- Sea Survival adalah kemampuan seseorang untuk bertahan hidup dimana nyawa dalam keadaan terancam, sebelumnya atau selama dan setelah meninggalkan perairan lepas pantai, berkaitan dengan bahaya dari lingkungannya.
- Jungle Survival adalah suatu keadaan yang tidak menentu yang dihadapi seseorang atau sekelompok oarang pada daerah terasing dan terisolir dihutan. Survive berarti mampu mempertahankan hidup dan lolos dari kondisi yang tidak menentu. Sedangkan survivor adalah individu atau kelompok orang yang berusaha mempertahankan hidup pada keadaan atau kondisi tidak menentu yang tidak dapat diduga sebelumnya
- Desert Survival, yaitu kemampuan seseorang atau individu untuk bertahan hidup pada kondisi yang tidak menentu seperti padang pasir, tentu saja dehidrasi adalah ancaman terbesar saat survival di padang pasir. Kemampuan ini sangat di perlukan mengingat tidak mudah bagi tim penyelamat untuk menemukan korban dengan cepat dalam keadaan yang susah di prediksi.
- Antartic Survival, adalah kondisi yang tidak menguntungkan di mana harus berhadapan dengan dinginnya cuaca di medan bersalju, dan harus berhadapan dengan kemungkinan terkena hypothermia dan frost bite untuk bertahan hidup di sini memang harus di perlukan kemampuan dan keputusan yang tepat untuk mengambil sebuah tindakan agar semua bisa berjalan dengan baik.
Aspek paling penting dalam survival adalah mental dan psikologis. Menjaga ketenangan pikiran, berpikir jernih, dan tidak panik sangat penting agar keputusan yang diambil tetap rasional. Prinsip STOP (Stop, Think, Observe, Plan) membantu seseorang untuk berhenti sejenak, berpikir logis, mengamati lingkungan sekitar, dan merencanakan langkah selanjutnya secara efektif.
Selanjutnya, kebutuhan dasar survival mencakup air, makanan, tempat berteduh (shelter), api, pertolongan pertama, dan navigasi. Tempat berteduh penting untuk melindungi tubuh dari panas, dingin, atau hujan. Shelter bisa dibuat dari bahan alami seperti ranting, daun, dan tanah, atau dari perlengkapan darurat seperti ponco, terpal, atau jas hujan. Air sangat penting untuk kelangsungan hidup. Air dapat diperoleh dari sungai, hujan, embun, atau akar tanaman, namun harus dimurnikan terlebih dahulu dengan cara direbus, disaring, atau menggunakan tablet penjernih agar aman diminum.
Kemampuan membuat api juga krusial karena api berfungsi untuk kehangatan, memasak makanan, dan sebagai sinyal darurat. Api dapat dibuat menggunakan korek api, batu dan baja, magnesium stick, atau bahkan metode alami seperti busur gesek atau pembiasan cahaya menggunakan kaca pembesar. Untuk bahan bakar, gunakan serat kering sebagai tinder, ranting kecil sebagai kindling, dan kayu besar untuk bahan bakar utama.
Dalam situasi survival, makanan bukan prioritas awal, namun tetap penting untuk menjaga energi jika situasi berlangsung lama. Makanan dapat diperoleh dari tumbuhan liar yang aman, buah-buahan, serangga, atau hewan kecil. Penting untuk mengetahui mana tanaman yang aman dimakan dan mana yang beracun. Ciri tanaman beracun biasanya memiliki getah putih, bau menyengat, atau warna mencolok.
Navigasi menjadi penting jika ingin mencari jalan keluar atau arah menuju pertolongan. Jika tidak memiliki kompas, arah dapat ditentukan dengan melihat matahari, bayangan tongkat, atau bintang. Di siang hari, matahari terbit dari timur dan terbenam di barat. Pada malam hari, bintang utara (Polaris) bisa menjadi penunjuk arah jika kamu berada di belahan bumi utara.
Sinyal darurat juga menjadi bagian penting dari survival. Tiga kali peluit pendek merupakan sinyal internasional untuk bantuan. Selain itu, kamu bisa menggunakan cermin sinyal, api malam hari, atau kain berwarna terang untuk menarik perhatian. Dalam situasi luka atau cedera, pertolongan pertama harus segera diberikan. Luka ringan harus dibersihkan dan dibalut, sementara luka yang lebih serius membutuhkan perawatan lebih lanjut dengan bahan P3K yang dibawa.
TIPS SURVIVAL SINGKAT DI ALAM BEBAS
-
Tetap Tenang & Jangan Panik
Ambil napas dalam, duduk sejenak, dan tenangkan pikiran sebelum bertindak. -
Gunakan Prinsip STOP
-
Stop → berhenti sejenak
-
Think → pikirkan kondisi
-
Observe → amati lingkungan
-
Plan → buat rencana tindakan
-
-
Cari Lokasi Aman untuk Shelter
Buat tempat berteduh dari hujan, panas, atau angin. Gunakan ranting, daun, jas hujan, atau ponco. -
Cari Sumber Air Bersih
Gunakan air dari sungai, hujan, atau embun. Rebus atau saring sebelum diminum. -
Buat Api
Api berguna untuk hangat, memasak, dan sebagai sinyal. Gunakan korek, batu, atau fire starter. -
Simpan Energi & Makan Bijak
Jangan langsung mencari makanan. Fokus pada hidrasi dulu. Makan hanya tumbuhan/hewan yang dikenal aman. -
Gunakan Alam untuk Navigasi
Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Lumut biasanya tumbuh di sisi utara pohon. -
Beri Tanda & Sinyal
Gunakan peluit (3 kali tiupan), asap, cermin, atau simbol besar di tanah untuk menarik perhatian tim penyelamat. -
Rawat Luka Sekecil Apa Pun
Bersihkan dan balut luka agar tidak infeksi. Gunakan air bersih, kain, atau tanaman antiseptik (seperti lidah buaya). -
Selalu Bawa Peralatan Dasar
Pisau, korek, botol air, tali, peluit, dan senter sebaiknya dibawa saat menjelajah alam.

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar