MPA Gloeocapsa
HMJ Biologi FMIPA UNM
1. Sejarah Terbentuknya MPA Gloeocapsa
MPA Gloeocapsa merupakan salah satu Biro yang ada di jurusan Biologi UNM yang tergabung dalam BKMB (Biro Kegiatan Mahasiswa Biologi). MPA Gloeocapsa itu sendiri didirikan sejak 17 Maret 1998 di pantai ara Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan, yang didirikan oleh 5 orang mahasiswa saat itu, adapun nama nama dewan pendiri dari MPA Gloeocapsa yakni kakanda Anas (NRA: 001 .GLOEO.PDR.17 .GDH), Kakanda Hilman Paturusi (NRA: 002.GLOEO.PDR.17 .GDH), Kakanda Imran Rosyadi (NRA: 003.GLOEO.PDR.17 .GDH), Kakanda Abudallah (NRA: 004.GLOEO.PDR.17 .GDH), Kakanda Jafar (NRA:005.GLOEO.PDR.17 .GDH), Kakanda Bungawati.
Dokumentasi: pendiri MPA Gloeocapsa 17 Maret 1998, Pantai ara kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi Selatan
MPA Gloeocapsa sendiri terbentuk 16 Maret 1998, dan diresmikan pada 17 Maret 1998 di pantai ara Bulukumba bersamaan dengan dilaksanakannya Praktikum Lapangan (PKL) mahasiswa biologi saat itu. Pada saat melaksanakan PKL para pendiri menemukan salah satu spesies Alga Cyanophyceae di bibir pantai yaitu Gloeocapsa yang menjadi inspirasi para pendiri pada saat itu memberikan nama MPA Gloeocapsa.
1. Filosofi nama MPA Gloeocapsa
Adapun yang memotifasi para pendiri pada saat itu memberikan nama Gloeocapsa pada saat itu adalah karena Gloeocapsa merupakan salah satu spesies Cyanobacteria yang habitatnya berada di tempat dengan suhu yang ekstrim seperti di pinggir kawah gunung berapi, di gunung es, di wilayah gurun, di bibir pantai, yang dimaksud setiap Anggota MPA Gloeocapsa nantinya memiliki fisik dan mental yang kuat yang tahan di segala tempat dan suhu yang ekstrim.
Tapi tidak hanya itu Gloeocapsa juga hidup bersimbiosis di lingkungan darat dan perairan. di lingkungan laut Gloeocapsa bersimbiosis dengan diatom dan dinoflagellata di lingkungan terestrial Gloeocapsa membentuk simbiosis dengan berbagai inang, jamur dan lumut hal ini dimaksud Anggota MPA Gloeocapsa nantinya mampu bekerja sama atau bersimbiosis dengan baik dengan sesama anggota MPA Gloeocapsa dan bagi sesama manusia dalam menjaga dan melestarikan alam.
Di luar habitat umumnya, cyanobacteria bertahan hidup di lingkungan ekstrem tertentu, lingkungan hipersalin, wilayah kutub, ekosistem bakau, dengan kondisi lingkungan ekstrem atau oligotrofik. Misalnya, Gloeocapsa , taksa berbentuk kokus uniseluler kolonial yang biasanya ditemukan di pantai berbatu dan juga ditemukan dalam hubungan simbiosis dengan jamur. Sel Gloeocapsa yang dikelilingi oleh selubung agar-agar yang mungkin berwarna cerah atau tidak berwarna mampu bertahan dalam kondisi ruang ekstrim seperti paparan vakum, fluktuasi suhu ekstrim, dan paparan radiasi( Carpenter dan Foster, 2002 ).
Gloeocapsa juga di hidup di batuan gunung berapi
Gloeocapsa juga mendominasi batuan di gurun ekstrem di Lembah Kering di Antartika, Gurun Atacama di Chili, atau Gurun Mojave di California. Toleransi luar biasa dari cyanobacteria ini terhadap pengeringan, pengionan, dan radiasi UV menjadikannya strain eksperimental yang cocok dalam eksperimen astrobiologi
Gloeocapsa juga banyak hidup di daerah kutup yakni habitat perairan dengan suhu rendah
Gloeocapsa lebih banyak ditemukan di wilayah perairan sebagai juga salah satu jenis alga
Hal itulah yang memotivasi para pendiri memilih nama Gloeocapsa sebagai nama lembaga sebagaimana spesies gloeocapsa tadi yang mampu hidup disegala suhu ekstrim
Diharap agar seluruh anggota MPA Gloeocapsa dari masa ke masa menjadi anggota yang kuat di segala aspek fisik dan mental dan mampu bertahan di segala tempat dan suhu yang ekstrim dan memiliki kemampuan simbiosis yang tinggi dalam menjaga tali kekeluargaan sesama anggota MPA Gloeocapsa.


Komentar
Posting Komentar